Kriteria Desa Siaga Dalam Kesehatan

Kriteria Desa Siaga Dalam Bidang Kesehatan

Kriteria Desa Siaga Dalam Kesehatan – Dalam bidang kesehatan tentunya bukan hal yang asing lagi jika membahas kriteria dari desa siaga. Pada dasarnya desa siaga ialah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana, kegawatdaruratan, hingga kesehatan secara mandiri. Biasanya Desa Siaga memiliki minimal 1 bangunan pos kesehatan desa (Poskesdes) beserta peralatan dan perlengkapannya. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas berbagai kriteria yang termasuk dalam desa siaga pada bidang kesehatan tersebut.

Kriteria Desa Siaga Dalam Bidang Kesehatan

Desa Siaga yang siap antar jaga tersebut memiliki kriteria sebagai berikut.

1. Memiliki mekanisme pendataan/notifikasi

Desa siap antar jaga yang memiliki sistem dikembangkan oleh masyarakat tujuan mencatat dan juga menginformasikan kepada masyarakat mengenai keberadaan dan kondisi ibu hamil dan masa persalinan sampai pada masa nifas. Bentuk pendataan yaitu berupa:

  • Catatan ibu hamil
  • Peta ibu hamil
  • Peta fasilitas kesehatan
  • Informasi ibu hamil resiko tinggi
  • Catatan persalinan

2. Memiliki mekanisme transportasi

Desa siap antar jaga juga memiliki sistem kegotongroyongan yang dikembangkan untuk bisa mengantar/membina ibu hamil yang akan bersalin, terutama juga ibu tersebut mengalami komplikasi bentuk transportasi bisa berupa :

  • Mobil atau sepeda motor milik warga masyarakat
  • Ambulan puskesmas
  • Kendaraan umum yang beroperasi di desa

Transportasi tersebut penggunaannya harus ada kesepakatan tertulis sebelumnya dari yang memiliki kendaraan. Kendaraan tersebut diberi tanda khusus supaya bisa dikenali oleh petugas kesehatan, polisi dan masyarakat.

3. Memiliki mekanisme donor darah

Desa siap antar jaga juga harus memiliki kelompok pendonor darah sebagai darah bagi PMI untuk digunakan oleh ibu yang bersalin yang membutuhkan.

  • Donor darah tetap, dimana pendonor secara rutin mendonorkan darahnya setiap 3 bulan sekali ke PMI
  • Donor darah yang tidak tepat/donor darah tetap, daftar nama relawan dengan golongan darahnya yang siap dan bersedia untuk mendonorkan darahnya sewaktu-waktu dibutuhkan.

Pelaksanaan kegiatan donor darah ini dapat bekerjasama dengan puskesmas setempat khususnya untuk pemeriksaan golongan darah dan pemeriksaan kesehatan pendonor secara umum. Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi biaya pemeriksaan laboratorium bagi warga yang miskin.

4. Memiliki mekanisme pendanaan

Sistem dana yaitu tabungan yang dikembangkan oleh masyarakat ataupun ibu hamil yang dibutuhkan yaitu:

  • Biaya persalinan
  • Biaya transportasi
  • Bantuan akomodasi (makan, minum, dan lain-lainnya)

5. Memiliki mekanisme kemitraan

Dalam desa siaga siap antar jaga merupakan bentuk kerjasama di berbagai pihak terkait yang mendukung keberadaan desa siap antar jaga, berikutnya bentuk kemitraan bisa berupa:

  • Kemitraan bidan dengan dukungan
  • Kemitraan dengan LSM
  • Kemitraan dengan PMI
  • Kemitraan dengan PKK
  • Kemitraan dengan media
  • Kemitraan dengan organisasi masyarakat yang lainnya

Mekanisme kemitraan sebaiknya didukung dengan persetujuan tertulis.

Author: emart